SKK Pengamanan Pestisida

TUJUAN SKK Pengamanan Pestisida

  1. Golongan Siaga

    Pramuka golongan siaga mengetahui :

    • apa yang disebut pestisida
    • pestisida rumah tangga
    • cara menyimpan pestisida
    • cara membuang pestisida
    • tanda gambar tingkatan bahaya pestisida
  2. Golongan Penggalang

    Pramuka golongan penggalang bisa menjelaskan :

    • apa yang disebut pestisida
    • pestisida rumah tangga
    • cara menyimpan pestisida
    • cara membuang pestisida
    • tanda gambar tingkatan bahaya pestisida
  3. Golongan Penegak dan Pandega

    Pramuka golongan penegak dan pandega dapat mengaplikasikan dan memberi contoh (menyuluh) hal-hal yang penting tentang pestisida seperti :

    • masuknya pestisida ke dalam tubuh manusia
    • cara menyimpan pestisida
    • cara membuang limbah pestisida
    • pertolongan pertama pada korban keracunan pestisida

MATERI SKK Pengamanan Pestisida

  1. Pengertian Pestisida

    Pestisida adalah bahan beracun yang digunakan untuk membunuh hama, misalnya nyamuk, lalat, kecoa, tikus, dsb. Tetapi pestisida dapat menyebabkan keracunan bagi manusia bila penggunaannya kurang hati-hati.

    Pestisida ini sangat banyak jenisnya, ada yang dipergunakan di bidang kesehatan masyarakat, (dalam rumah tangga), pertanian, perkebunan, juga digunkana sebagai bahan pengawet. Beberapa pestisida rumah tangga yang dijual di toko-toko dan kios pestisida penggunaannya langsung disemprotkan dengan wadahnya, karena sudah dikemas dalam kemasan yang siap pakai.

  2. Manfaat dan Bahaya Pestisida

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya di atas, pestisida merupakan bahan yang berbahaya meski dalam kehidupan sehari-hari pestisida banyak bermanfaat bagi manusia, misalnya untuk membunuh nyamuk, lalat, kutu, dll. Namun pestisida juga dapat sangat berbahaya bagi manusia, seperti keracunan, bahkan tidak jarang sampai terjadi kematian. Dalam penggunaannya yang tidak hati-hati serta tidak sesuai standar dan anjuran pemakaian, maka resiko dari dampak pestisida tidak hanya buruk bagi manusia namun juga bagi lingkungan sekitar.

    Adapun bahaya terhadap lingkungan ini dapat berupa :

    1. mencemari sumber air minum (misalnya : sumur, tempat minum, dsb)

    2. mencemari sungai
    3. mencemari udara terutam udara dalam ruangan

    4. mencemari bahan-bahan makanan, misalnya sayur-sayuran, buah-buahan dll)
    5. mencemari tanah/lantai bila terjadi tumpahan pestisida atau membuang bekas pestisida secara sembarangan


    Oleh karena itu, penggunaan pestisida apapun jenisnya harus selalu berhati-hati. Mulai dari cara penyimpanan, penggunaan, sampai cara membuang limbah pestisida harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang telah ditetapkan.

    1. Cara-cara Penyimpanan Pestisida Secara Aman
      1. Simpan pestisida dalam kotak/lemari khusus pestisida yang tidak mudah dijangkau oleh anak-anak dan dapat dikunci.

      2. Jangan pernah menyimpan pestisida di dapur, atau ruang makan/lemari makan.
      3. Jangan pernah menyimpan pestisida bersama-sama dengan bahan makanan, seperti beras, sayur-sayuran, dll.
      4. Alat Semprot harus disimpan dengan memperhatikan butir 1-3.

    2. Cara-cara Penggunaan Pestisida Secara Aman
      1. Cara-cara menghindari bahaya pestisida terhadap manusia :

        • gunakan pestisida bilamana perlu saja.

        • bila terpaksa harus menggunakan pestisida harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang tercantum pada “label” (yang tertera pada wadah pestisida)
        • gunakan pakaian pelindung saat menggunakan pestisida.
        • jangan menyemprot pestisida dekat dengan makanan/bahan makanan.
        • segera dicuci apabila ada anggota badan yang terkena percikan pestisida saat digunakan.
        • simpanlah pestisida beserta peralatannya dengan segera di tempat yang aman.
      2. Cara-cara menghindari pencemaran pestisida terhadap lingkungan :
        • tidak menggunakan wadah/tempat pestisida untuk keperluan lain, misalnya untuk tempat minyak goreng, dsb.

        • harus dihancurkan bekas wadah pestisida dan ditanam
        • jangan menyemprot di dalam ruangan yang ada penghuninya
        • bersihkan tumpahan pestisida pada lantai dengan cara menguruk dengan pasir, selanutnya pasir tersebut dikumpulkna dan ditanam dalam tanah.
        • bila mencuci alat-alat bekas pestisida, hati-hati jangan sampai mencemari sumur maupun sumber air minum lainnya
        • bersihkan badan atau anggota badan bila terkena percikan pestisida
        • cepat-cepat dibuang (ditanam) bila menemui pestisida yang bocor.

    3. Cara Membuang Limbah Pestisida
      1. Limbah pestisida harus ditanam atau dikubur dalam tanah yang jauh dari sumber air seperti sumur. Tidak boleh dibuang di kali, halaman, dan kebun.

      2. Pemusnahan limbah pestisida bisa dilakukan cara dibakar dengan suhu tinggi (melalui incubator) maupun ditanam setelah dihancurkan terlebih dahulu. Jangan dibuang disungai atau sitanam begitu saja.
      3. Pemusnahan dengan cara dibakar kerugiannya dapat menimbulkan pencemaran udara juga memerlukan biaya yang mahal. Oleh karena itu pemusnahan yang sering dilakukan, yaitu dengan cara ditanam (dikubut), selain biayanya yang murah juga praktis dilakukan
      4. Pemusnahan dengan cara ditanam harus diperhatikan jangan sampai menibulkan pencemaran pada air tanah. Untuk itu harus diperhatikan hal-hal berikut :
        • tempat penguburan hendaknya diperhatikan, tinggi air tanah sewaktu musim hujan (tidak boleh kurang dari 3 meter dari permukaan tanah).

        • harus jauh dari tempat tinggal penduduk, yaitu kira-kira sejauh minimal 100 meter.
        • dalamnya lubang tidak boleh lebih dari 1 meter.
        • dalam melakukan penguburan agar dicampur dengan kapur secukupnya sebelum ditutup kembali dengan tanah untuk menetralisir sisa-sisa pestisida.

    4. Keracunan dan Penanganan Korban Keracunan Pestisida
      1. Cara Masuknya Pestisida

        Masuknya pestisida pada tubuh manusia melalui tiga jalan :

        1. Jalan yang pertama melalui mulut

          Umumnya kejadian ini karena karena kecelakaan (bunuh diri) maupun karena ketidaktahuan manusia atas bahaya pestisida, misalnya lupa untuk membersihkan tangan sebelum makan sesuatu, dsb.

        2. Jalan yang kedua melalui jalan nafas

          Pestisida yang masuk lewat jalan ini, biasanya dalam benetuk uap pestisida maupun bentuk titik-titik (partikel), cairan pestisida yang oleh permukaan paru-paru selanjutnya diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh.

        3. Jalan yang ketiga melalui permukaan kulit

          Bila permukaan kulit kena pestisida, maka akan segera diserap ke seluruh tubuh melalui pembuluh/rambut-ramut darah dan lebih-lebih jika ada luka pada kulit, misalnya korengan, luka-luka kecil, dsb, maka akan lebih cepat diserap ke seluruh tubuh.
      2. Gejala-gejala dan tanda-tanda keracunan pestisida

        Pada umumnya pestisida dibagi dua bagian besar, yaitu pestisida golongan organik, dan golongan anorganik. Jenis Pestisida yang paling sering digunakan di masyarakat adalah gol. organik sintetik :

        1. Gol. organo khlorin

          Sifat : relatif sangat beracun, juga di alam mempunyai sifat yang tidak mudah terurai (persisten) sehingga membahayakan lingkungan hidup. Di dalam tubuh manusia pestisida golongan ini secara kumulatif dapat disimpan dalam jaringan lemak, sehingga orang bisa keracunan setelah titik kejenuhan di dalam jaringan lemak tersebut dilampaui.
          Pestisida yang termasuk ke dalam golongan ini adalah : DDT, Dieldrin, Endrin, Khlordan, BHC, dsb.

        2. Gol. orhano phosphat

          Sifat : mudah terurai di alam (tidak persisten) dan tidak disimpan secara kumulatif dalam jaringan lemak (dalam tubuh manusia), sehingga sifatnya ini orang sering menggunakan pestisida golongan ini. Akan tetapi pestisida golongan ini di dalam tubuh manusia dapat menurunkan kadar kholinesterease darah. Oleh karenanya orang yang terpapar pestisida ini akan mengalami gangguan fungsi syarafnya.
          Pestisida yang termasuk golongan ini adalah : malathion, diazinon, abate, fenethrotion, dsb.

        3. Gol. organo karbamat

          Sifat : baik pada lingkungan maupun reaksinya di dalam tubuh manusia pada umumnya adalah sama, tetapi pengaruh terhadap penurunan kadar kholinestrease darahnya adalah lebih ringan dibandingkan pengaruhnya oleh organo phospat.
      3. Pertolongan pertama Penderita Keracunan Pestisida

        Pertolongan pertama bagi penderita harus cepat-cepat dilakukan sebelum pengobatan. Hal ini untuk mencegah terjadinya kematian pada penderita apabila terlambat menangani pasien. Untuk itu pertolongan pertama perlu dilakukan dengan cara :

        1. pindahkan korban di tempat udara yang bersih dan jauh dari pestisida

        2. bila kontak dengan badannya, maka lepaskan baju yang terkena pestisida selanjutnya penderita dimandikan dan dikeramasi dengan sabun dan air, jika ada kontaminasi kulit dan rambut
        3. bila mengenai mata, maka mata harus dicuci dengan air mengalirlebih kurang 10 menit dan hati-hati jangan sampai terkena pada mata lainnya.
        4. bila tertelan, maka bersihkan mulut dan hidung serta usahakan agar penderita memuntahkan isi lambungnya. Hal ini bisa dilakukan dengan meminumkan air hangat yang dicampur dengan garam dapur.
        5. letakkan posisi kepala lebih rendah dari lambung sehingga memudahkan untuk mengeluarkan isi lambung masuk ke saluran pernapasan.
        6. bila dalam perjalanan menuju raumah sakit pernapasan penderita berhenti, maka lakukan napas buatan.
        7. bila jantung/ nadi berhenti berdenyut, lakukan pijat jantung dan dengan menekan dada kiri berulang-ulang.
        8. bila terjadi kejang-kejang berikan sendok antara lidah dan langit-langit mulut agar lidah tidak tergigit/menyumbat tenggorokkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s